Advertise
TOTAL MEMBERS:
42.028
TOTAL FOBLOGS:
71.612
TOTAL FRIENDSHIPS:
165.286
Searching:
Create Blog

Pendekatan Eksistensial - Humanistik

Navigation: Foblog Online » Lihat Semua Foblog » Psikologi » Psikologi Sosial » Pendekatan Eksistensial - Humanistik
Published on 28 June 2012 00:30 by Doddy Nugraha ΨComment
Category: Psikologi » Psikologi Sosial1025 Views 7052 Chars
Short URL: Print Pendekatan Eksistensial - Humanistik   PDF Pendekatan Eksistensial - Humanistik

Pendekatan Eksistensial - Humanistik


[Cover] Pendekatan Eksistensial - Humanistik

 

•  Psikologi Eksistensial atau sekarang berkembang dengan nama psikologi Humanistik atau psikologi holistic berawal dari kajian filsafat yang diawali dari Sorean Kierkigard tentang eksistensi manusia.
• Istilah eksistensi berasal dari akar kata ex-sistere, yang secara literal berarti bergerak atau tumbuh ke luar.
• Tokoh psikologi eksistensial yang terkenal adalah Ludwig Binswanger (1881) dan Medard Boss (1903).
• Binswanger adalah terapis pertama yang menekankan sifat dasar eksistensial dari tipe krisis yang dialami pasien dalam pengalaman terapi
• Sedangkan Medard Boss lahir di St. Gallen, Swiss pada tanggal 4 oktober 1903.
• Dalam masa-masa itu, Boss membaca karya-karya Ludwig Binswanger dan Martin Heidegger.

Konsep-konsep utama :
    1. Kesadaran diri
–      Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari dirinya sendiri, suatu kesanggupan yang unik dan nyata yang memungkinkan manusia mampu berpikir dan memutuskan.
–      Semakin besar kesadaran dirinya, maka semakin besar pula kebebasannya untuk memilih altrnatif-alternatif.
–      Kebebasan memilih dan bertindak itu disertai dengan tanggung jawab.
–      Manusia bertanggung jawab atas keberadaan dan nasibnya.
    2. Kebebasan, tanggung jawab dan   
        kecemasan
◦       Kesadaran akan kebebasan dan tanggung jawab bisa menimbulkan kecemasan yang menjadi atribut dasar pada manusia.
◦       Kecemasan juga bisa diakibatkan oleh kesadaran atas keterbatasannya dan atas kemungkinan yang tak terhindarkan untuk mati (Nonbeing)
    3. Penciptaan Makna
–      Manusia berusaha untuk menemukan tujuan hidup dan menciptakan nilai-nilai yang akan memberikan makna bagi kehidupan.
–      Menjadi manusia juga berarti  menghadapi kesendirian.
–      Manusia memiliki kebutuhan untuk berhubungan dengan sesamanya dalam suatu cara yang bermakna.
–      Manusia juga berusaha untuk mengaktualisasikan diri, yakni mengungkapkan potensi-potensi manusiawinya. Apabila gagal mengaktualisasikan dirinya, maka ia bisa menjadi “sakit”.
Proses Teraupetik – Tujuan :
¢  Bugental (1965) menyebutkan bahwa keotentikan sebagai “urusan utama psikoterapi”  dan “nilai eksistensial pokok”
¢  Terdapat tiga karakteristik dari keberadaan otentik :
—  Menyadari  sepenuhnya keadaan sekarang
—  Memilih bagaimana hidup pada saat sekarang
—  Memikul tanggung jawab untuk memilih.
¢  Klien yang neurotic adalah orang yang kehilangan rasa ada, dan tujuan terapi adalah membantunya agar ia memperoleh atau menemukan kembali kemanusiaannya yang hilang.
¢  Pada dasarnya, tujuan terapi eksistensial adalah :
—  meluaskan kesadaran diri klien
—  meningkatkan kesanggupan pilihannya
—  menjadi bebas dan bertanggung jawab atas arah hidupnya.
FUNGSI DAN PERAN TERAPIS
¨  Menurut Buhler dan Allen, para ahli psikoterapi Humanistik memiliki orientasi bersama yang mencakup hal-hal berikut :
¤  Mengakui pentingnya pendekatan dari pribadi ke pribadi
¤  Menyadari peran dan tanggung jawab terapis
¤  Mengakui sifat timbale balik dari hubungan terapeutik.
¤  Berorientasi pada pertumbuhan
¤  Menekankan keharusan terapis terlibat dengan klien sebagai suatu pribadi yang menyeluruh.
¤  Mengakui bahwa putusan-putusan dan pilihan-pilihan akhir terletak di tangan klien.
¤  Memandang terapis sebagai model, bisa secara implicit menunjukkan kepada klien potensi bagi tindakan kreatif dan positif.
¤  Mengakui kebebasan klien untuk mengungkapkan pandagan dan untuk mengembangkan tujuan-tujuan dan nilainya sendiri.
¤  Bekerja kea rah mengurangi kebergantungan klien serta meningkatkan kebebasan klien.


PENERAPAN : TEKNIK-TEKNIK DAN PROSEDUR-PROSEDUR TERAPEUTIK
  Tidak ada teknik tertentu yang ditentukan secara ketat
  Metode-metode yang berasal dari Gestalt dan analisis transaksional sering digunakan.
  Mengintegrasikan metodologi dan konsep-konsep psikoanalisis.
TEMA-TEMA DAN DALIL-DALIL UTAMA EKSISTENSIAL
¨  Dalil  1 : Kesadaran diri
Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari diri yang menjadikannya mampu melampaui situasi sekarang  dan membentuk basis bagi aktivitas-aktivitas berpikir dan memilih yang khas manusia.
“ semakin tinggi kesadaran, maka semakin utuh diri sesorang”
¨  Dalil  2 : Kebebasan dan tanggung jawab
Manusia pada dasarnya adalah bebas, oleh karenanya harus bertanggung jawab atas pengarahan hidup dan penentuan nasibnya sendiri.
¨  Dalil 3 : Keterpusatan dan kebutuhan akan orang lain.
Individu memiliki kebutuhan untuk memelihara keunikan dan keterpusatannya, tetapi sekaligus  memiliki kebutuhan untuk keluar dari diri sendiri, berhubungan dengan orang lain dan lingkungan.
¨  Keberanian untuk ada
¨  Pengalaman kesendirian
¨  Pengalaman keberhubungan
Manusia berhubungan dengan dunia luar dalam 2 bentuk :
- alam kekurangan (deficiency)
- alam menjadi (being)
¨  Dalil 4 : Pencarian Makna
Salah satu  kharakteristik yang khas pada manusia adalah perjuangannya untuk merasakan arti dan maksud hidup.
¨  Dalil 5 : Kecemasan sebagai syarat hidup
Kecemasana bisa menjadi suatu tenaga motivasional yang kuat untuk pertumbuhan
Kesadaran adalah akibat dari kesadaran atas tanggung jawab untuk memilih.
¨  Dalil 6 : Kesadaran atas kematian dan Non-ada
Karakteristik yang khas pada manusia adalah kemampuan untuk memahami konep masa depan dan tak bisa dihindarkannya kematian.
Hidup menjadi bermakna karena memiliki pembatasan waktu.
¨  Dalil 7 : perjuangan untuk aktualisasi diri
Manusia berjuang untuk aktualisasi diri, yakni kecenderungan untuk menjadi apa saja yang mereka mampu.
¨  Kompleks Junus :
                perasaan takut, gamang,  perasaan tidak berharga  dan  meragukan kemampuan diri untuk memperoleh kemasyuran dan aktualisasi diri
¨  Dalil Maslow tentang aktualisasi diri
¨  Dalil dari Carl Rogers tentang  “ pribadi yang berfungsi penuh”
Terapi :
-          Membangkitkan ‘ke-aku-an’ nya (eksistensi)
-          Bisa juga digabungkan dengan psikoanalisa.


Kata Kunci:



Dapatkan informasi terbaru dan menarik melalui media sosial PsikoMedia

PsikoMedia on Facebook:

 
PsikoMedia on Twitter:

 

 
  

Baca Juga
Foblog Psikologi :Foblog Lain-lain :


Facebook Comments





Kirim Komentar


Login first to leave a comment.
Signup here or Login here
PsikoMedia © 2008-2014 ® All Rights Reserved