Advertise
TOTAL MEMBERS:
42.225
TOTAL FOBLOGS:
91.564
TOTAL FRIENDSHIPS:
165.300
Searching:
Create Blog

SISTEM KOORDINASI

Navigation: Foblog Online » Lihat Semua Foblog » Psikologi » Psikologi Klinis » SISTEM KOORDINASI
Published on 04 February 2011 09:25 by Somad SalamComment
Category: Psikologi » Psikologi Klinis1820 Views 9105 Chars
Short URL: Print SISTEM KOORDINASI   PDF SISTEM KOORDINASI
 
  

SISTEM KOORDINASI


[Cover] SISTEM KOORDINASI

SISTEM KOORDINASI

SISTEM KOORDINASI BERTUGAS MULAI DARI MENERIMA RANGSANG, MENRRUSKANNYA KEPADA ALAT KOORDINASI, KEMUDIAN MENENTUKAN TANGGAPANNYA. sISTEM KOORDINASI TERDIRI ATAS SISTEM SARAF, ALAT INDERA, DAN SISTEM HORMON(ENDOKRIN)

SISTEM SARAF

Sistem saraf berfungsi mengenali rangsang yang berasal dari luar dan dalam tubuh, mengendaslikan dan mengatur jenis aktivitas sebagai tanggapan terhadap rangsang tersebut. Sistem saraf tersusun atas jaringan saraf yang teridir dari sel-sel saraf(neuron).

Sel saraf memiliki bagian 1) badan sel;2) dendrit;3)akson(neurit).  

Berdasarkan fungsinya sel saraf dibedakan atas:1)sel saraf sensoris yang membawa rangsang dari alat indera ke otak(reseptor);2) sel saraf motoris yang membawa rangsang dari otak ke efektor yaitu bagian tubuh yang melaksanakan perintah;3) sel saraf penghubung yang menghubungkan sel saraf sensoris dan sel saraf motoris.

Sistem saraf dibedakan atas sistem srafa pusat yakni yang terletak pada sumbu tubuh; dan sistem saraf tepi yakni yang terletak pada tepi tubuh. Sistem saraf pusat terdiri dari 1)otak ; dan 2) sum-sum tulang belakang.

Otak terdiri dari: 1) otakbesar/cerebrum;2) otak kecil/cerebellum;dan 3) sum-sum lanjutan/medulla oblongata. Otak besar merupakan pusat penglihatan, pendengaran, gerakan, ingatan, bicra, pembau. Otak kecil berfungsi untuk mengatur rangsang yang berasal dari sel saraf motoris hingga menghasilkan gerak pada otot rangka; juga berfungsi mengatur  keseimbangan tubuh. Sumsum lanjutan berfungsi mengatur kecepatan pernafasan, denyut jantung, dan kegiatan lain yang tidak disadari oleh tubuh.

SSUM-SUM TULANG BELAKANG  terletak di dalam ruas-ruas tulang belakang. Berfungsi dalam perambatan rangsang dari sel saraf sensoris ke otak dan dari otak ke sel saraf motoris(gerak normal); juga berfungsi sebagai pusat saraf pengatur gerak refleks.

SISTEM SARAF TEPI

Sistem saraf tepi tersusun atas saraf yang tersebar di tepi seluruh tubuh yang berpangkal pada sum-sum tulang belakang yang terdiri dari 31 pasang saraf(saraf spinal) dan otak yang terdiri dari 12 pasang saraf (saraf kranial).

Sistem saraf tepi terdiri dari: 1)sistem saraf somatis yaitu pengatur aktivitas tubuh yang disadari;2) sistem sraf otonom yaitu yang mengatur aktivitas tubuh yang tidak disadari.

 

SISTEM HORMON

Sistem hormon berfungsi mengatur keseimbangan tubuh dan kerja alat-alat tubuh; alat reproduksi, pertukaran zat, dan tingkah laku. Hormon sebenarnya merupakan zat yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu(kelenjar endokrin).

Di dalam tubuh manusia terdapat bermacam-macam kelenjar, kelenjar-kelenjar tersebut ada yang mengeluarkan zatnya melalui saluran (kelenjar eksokrin) dan ada yang mengeluarkan zatnya tidak melalui saluran(kelenjar endokrio). Zat yang dikeluarkan kelenjar endokrin langsung disalurkan ke dalam pembuluh darah dan pembuluh limfa. Karena tidak mempunyai saluran khusus kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu. Zat yang dikeluarkan kelenjar buntu disebut sekret. Proses pengeluarannya disebut sekresi. Sekresi hasil kelenjar endokrin disebut hormon.

Kelenjar endokrin pada manusia terdiri dari:

1) kelenjar hipofisis/pituitari, terdapat di bawah otak besar, merupakan penghasil hormon pengatur pertumbuhan, fungsi kelenjar gondok, kelenjar anak ginjal, dan kelenjar kelamin, pertumbuhan, banyaknya urine, tekanan darah. Merupakan kelenjar buntu terbesar dan sering disebut  kelenjar utama/MASTER OF GLANDS.

 

2) kelenjar gondok/tiroid, terletak di bawah jakun, menghasilkan hormon tiroksin yang berfungsi mengatur kecepatan metabolisme, perkembangan tubuh dan mental. Kekurangan tiroksin/hipotiroidisme dapat menyebabkan terhentinya pertumbuhan, pada anak-anakakan mengakibatkan kekerdilan (kretinisme); pada orang dewasa mengakibatkan penyakit gondok.. Kelebihan tiroksin/hipertiroidisme ditandai dengan meningkatnya metabolisme, denyut jantung cepat, mudah gugup, dan emosional.

3)kelenjar anak gondok/paratiroid, menghasilkan hormon parathormon yang mengatur kadar kalsium dalam darah, meningkatkan penyerapan kalsium, penyerapan kembali kalsium dalam ginjal. Kelebihan parathormon mengakibatkan tulangnya rapuh, lemah, dan berbentuk abnormal. Kadar kalsium berlebihan dalam darah  akan terbawa air seni dan mengendap membentuk batu ginjal. Bila terlalu rendah  dapat menyebabkan kejang-kejang.

4) kelenjar pankreas, menghasilkan hormon insulin dan glukagon.

Makanan yg masuk ke dalam tubuh akan dicerna dan diolah menjadi gula dalam bentuk glukosa. Glukosa akan masuk aliran darah. Dengan demikian kadar glukosa dalam darah akan meningkat. Apabila jumlah glukosa terlalu tinggi, pankreas akan mengeluarkan hormon insulin. Hormon ini akan mempercepat pengubahan glukosa menjadi gula otot atau glikogen, akibat pengubahan ini kadar gula dalam darah akan menurun.

Pada saat kadar gula berada pada posisi dibawah normal, hormon glukagon akan bekerja. Glukagon akan mempercepat pengubahan glikogen menjadi glukosa. Akibatnya glukosa dalam darah naik kembali dan berubah menjadi normal. dengan demikian hormon insulin dan hormon glukagon bekerja dengan fungsi yang berlawanan. Kedua hormon tersebut bertugas menjaga agar kadar gula dalam darah tetap stabil. Bila pankreas terganggu maka tidak mampu mengeluarkan insulin dalam jumlah yang cukup, akibatnya kadar gula dalam darah akan berlebihan. Keadaan ini akan menyebabkan penyakit kencing manis/diabetes mellitus

5) kelenjar anak ginjal/adrenal/suprarenalis, bagian luar berwarna kuning menghasilkan hormon kortison, bagian dalam berwarna merah kecoklatan menghasilkan hormon adrenalin(mempengaruhi denyut jantung, tekanan darah, peninggi kadar gula darah, dan mempercepat pernafasan). Kekurangan adrenalin menyebabkan addison.

6)kelanjar kelamin/gonad, memproduksi hormon kelamin/gonadotropik. Pada laki-laki hormon testosteron, pada wanit hormon estrogen.

 

INFO: Edijoeyh'Weblog



Kata Kunci:



Dapatkan informasi terbaru dan menarik melalui media sosial PsikoMedia

PsikoMedia on Facebook:

 
PsikoMedia on Twitter:

 

Baca Juga
Foblog Psikologi :Foblog Lain-lain :


Facebook Comments





Kirim Komentar


Login first to leave a comment.
Signup here or Login here
PsikoMedia © 2008-2014 ® All Rights Reserved