Advertise
TOTAL MEMBERS:
42.027
TOTAL FOBLOGS:
71.570
TOTAL FRIENDSHIPS:
165.286
Searching:
Create Blog

Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Banjar Tergolong Tinggi

Navigation: Foblog Online » Lihat Semua Foblog » Psikologi » Psikologi Keluarga » Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Banjar Tergolong Tinggi
Published on 02 January 2014 15:11 by Contributor PsikomediaComment
Category: Psikologi » Psikologi Keluarga264 Views 2811 Chars
Short URL: Print Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Banjar Tergolong Tinggi   PDF Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Banjar Tergolong Tinggi

Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Banjar Tergolong Tinggi


[Cover] Angka Pernikahan Dini di Kabupaten Banjar Tergolong Tinggi

Martapura, — Sorotan berbagai pihak kini ditujukan pada Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Tercatat, angka pernikahan dini di kabupaten tersebut cenderung tinggi.

“Tingginya angka pernikahan dini itu membuat Kabupaten Banjar mendapat sorotan di antara kabupaten dan kota lain di Kalsel,” ungkap Muhammad, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Banjar, Kamis (11/5).

Walaupun ia tidak menyebutkan angka yang tercatat, menurutnya pernikahan dini di Kabupaten Banjar dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Ia mengatakan, beberapa faktor yang mempengaruhi fenomena ini adalah faktor sosial dan budaya masyarakat, ekonomi, pendidikan, geografis atau psikologis keluarga.

“Faktor lain yang cukup mempengaruhi adalah sifat masyarakat Banjar yang tergolong agamis dan mayoritas menganut mazhab Imam Syafi’i, banyak dari mereka berlatar pendidikan klasik atau mendalami kitab kuning,” paparnya.

Menurutnya, paham yang dipegang oleh masyarakat membuat mereka akhirnya berprinsip, lebih baik mencegah kerusakan dari pada terlanjur mengalami kejadian yang tidak diinginkan.

Ia menjelaskan, cara yang dapat dilakukan untuk menekan angka pernikahan dini adalah dengan melakukan sosialisasi. Pihaknya telah melakukan sosialiasi tentang pernikahan dini di aula Kantor Badan Kependudukan Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) Banjar, Martapura, Rabu kemarin.

Acara ini dihadiri juga oleh perwakilan Dinas Sosial, Bagian Kesra, BPS, Departemen Agama Kabupaten Banjar, Bappeda, dan pasangan calon mempelai. Tujuannya agar mereka memiliki kesadaran atas persiapan dalam pernikahan.

“Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran calon mempelai untuk lebih dulu mematangkan usia, fisik, dan mental sebelum memutuskan untuk melangsungkan perkawinan,” katanya.

Pemerinrah telah merumuskan usia ideal yang bisa menjadi patokan bagi pasangan calon mempelai untuk siap menjalin hubungan rumah tangga.

“Usia ideal berumah tangga sesuai ketentuan BKKBN adalah perempuan mencapai usia 19 tahun dan laki-laki 25 tahun karena usia itu dinilai sudah matang, baik secara fisik maupun emosional,” ujar Aminullah, Kasubbid Analisis Dampak Sosial Ekonomi BKKBN Pusat.

 

Referensi : psikologizone.com



Kata Kunci:



Dapatkan informasi terbaru dan menarik melalui media sosial PsikoMedia

PsikoMedia on Facebook:

 
PsikoMedia on Twitter:

 

 
  

Baca Juga
Foblog Psikologi :Foblog Lain-lain :


Facebook Comments





Kirim Komentar


Login first to leave a comment.
Signup here or Login here
PsikoMedia © 2008-2014 ® All Rights Reserved