Advertise
TOTAL MEMBERS:
42.026
TOTAL FOBLOGS:
71.468
TOTAL FRIENDSHIPS:
165.286
Searching:
Create Blog

Penilaian Kinerja

Navigation: Foblog Online » Lihat Semua Foblog » Psikologi » Psikologi Industri Organisasi » Penilaian Kinerja
Published on 14 March 2009 19:09 by Ryan Comment
Category: Psikologi » Psikologi Industri Organisasi2088 Views 4552 Chars
Short URL: Print Penilaian Kinerja   PDF Penilaian Kinerja

Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja merupakan bagian penting dari suatu organisasi, karena berpengaruh terhadap manajemen pengembangan sumber daya manusia. Dubrin, et. al, (1996), mengatakan bahwa penilaian kinerja memiliki 2 (dua) kepentingan yaitu kepentingan bagi karyawan dan bagi organisasi. Bagi karyawan dapat memberikan umpan balik tentang kemampuan, kekurangan-kekurangan dan potensi-potensi yang ada, yang pada gilirannya nanti dapat dikembangkan untuk meningkatkan kinerja, sedang bagi organisasi sangat penting arti dan peranannya dalam pengambilan keputusan tentang berbagai hal, seperti identifikasi kebutuhan karyawan, promosi, pemberian imbalan, dan berbagai aspek lain.

Bernardin & Russell, (1998), berpendapat bahwa penilaian kinerja merupakan suatu cara mengukur kontribusi-kontribusi dari individu-individu anggota organisasi kepada organisasinya. Penilaian yang baik dapat dilihat dari berbagai aspek yaitu : reliable (dapat dipercaya), praktis, relevan dan adil. (Cascio, 1998). Sependapat dengan hal tersebut, Notoatmodjo, (1998), berpendapat bahwa penilaian kinerja yang baik harus memberikan gambaran yang akurat tentang yang diukur, artinya penilaian tersebut benar-benar menilai kinerja terhadap pekerjaan yang dinilai. Agar penilaian kinerja mencapai tujuan, 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan adalah : a) penilaian harus berhubungan dengan pekerjaan yang mendukung kegiatan organisasi (job related); b) perlu adanya standar kinerja tertentu (performance standards) yang disepakati organisasi, dan yang memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas; dan c) praktis, sistem penilaian mudah dipahami dan dimengerti serta digunakan, baik oleh penilai maupun karyawan.

Sedangkan Siagian, (2001) mengatakan bahwa pengembangan dalam penilaian kinerja mutlak perlu dilakukan dengan sebaik-baiknya. Lebih lanjut dikatakan bahwa penilaian kinerja perlu mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu : a) mengingat yang dinilai adalah manusia maka disamping memiliki kemampuan juga kelemahan dan kekurangan; b) penilaian yang dilakukan sesuai tolok ukur tertentu yang realistis, berkaitan langsung dengan tugas seseorang, serta kriteria yang ditetapkan dan diterapkan secara obyektif; c) hendaknya hasil penilaian disampaikan pada karyawan yang bersangkutan, dengan maksud : dapat menjadikan dorongan, perbaikan-perbaikan, dan bila ada penilaian yang tidak obyektif bisa langsung mengajukan keberatannya; d) perlu didokumentasikan secara rapi dalam arsip kepegawaian; e) hasil penilaian kinerja tersebut selalu dijadikan bahan pertimbangan dalam setiap keputusan yang terkait dengan urusan kepegawaian.

Riggio, (2003), juga sependapat bahwa penilaian kinerja adalah mengukur dan menilai kinerja karyawan dengan standar yang telah ditentukan organisasi. Penilaian kinerja tersebut difokuskan pada tanggung-jawab dan perilaku-perilaku yang berkaitan dengan tugas formal yang telah dirancang oleh organisasi, sehingga penilaian kinerja tersebut benar-benar sesuai dengan pekerjaan yang sedang dilakukan, dan dapat memberikan informasi mengenai kemajuan karyawan dalam pelaksaan tugasnya (Findley, et. al, 2000). Penilaian kinerja tersebut sangat bermanfaat bagi karyawan, karena sebagai sarana untuk merencanakan dan mengendalikan pekerjaan kearah yang lebih baik.

Penilaian kinerja merupakan proses dimana organisasi mengevaluasi atau menilai kinerja karyawan dan kegiatan ini dapat memperbaiki kebutuhan- kebutuhan personalia serta memberikan umpan balik kepada para karyawan tentang pelaksanaan pekerjaan mereka. (Handoko, 1998).

Davis & Newstron, (1995), berpendapat bahwa penilaian kinerja sifatnya keharusan dalam suatu organisasi, didasarkan kriteria yang ditetapkan dengan baik dan obyektif, dilakukan dengan analisa pekerjaan yang seksama, didukung keterandalan dan kesahihan, dilakukan oleh penilai yang terlatih, diterapkan secara obyektif di seluruh organisasi, dan dapat dibuktikan secara diskriminatif sesuai undang-undang yang berlaku.

Kesimpulan yang dapat diambil dari beberapa pendapat ahli sebagaimana telah diuraikan di atas tentang penilaian kerja yaitu : penilaian kinerja merupakan proses dimana organisasi mengukur dan mengevaluasi kinerja karyawan pada periode waktu tertentu, dengan didasarkan standar kinerja yang telah disepakati, penilaian dilakukan oleh penilai yang terlatih, menghindari adanya diskriminasi, obyektif, dan harus memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Penilaian kinerja tersebut mutlak perlu dilakukan setiap organisasi, karena bermanfaat baik bagi para karyawan maupun bagi organisasi itu sendiri.


Dapatkan informasi terbaru dan menarik melalui media sosial PsikoMedia

PsikoMedia on Facebook:

 
PsikoMedia on Twitter:

 

 
  

Baca Juga
Foblog Psikologi :Foblog Lain-lain :


Facebook Comments





Kirim Komentar


Login first to leave a comment.
Signup here or Login here
PsikoMedia © 2008-2014 ® All Rights Reserved