Advertise
TOTAL MEMBERS:
42.028
TOTAL FOBLOGS:
71.710
TOTAL FRIENDSHIPS:
165.286
Searching:
Create Blog

Penolakan Terhadap Perubahan oleh Pegawai

Navigation: Foblog Online » Lihat Semua Foblog » Psikologi » Psikologi Industri Organisasi » Penolakan Terhadap Perubahan oleh Pegawai
Published on 14 March 2009 19:04 by Ryan Comment
Category: Psikologi » Psikologi Industri Organisasi1561 Views 3765 Chars
Short URL: Print Penolakan Terhadap Perubahan oleh Pegawai   PDF Penolakan Terhadap Perubahan oleh Pegawai

Penolakan Terhadap Perubahan oleh Pegawai


Seperti yang kita ketahui bahwasanya pegawai negeri sipil memiliki sikap konservatif dan hal tersebut berdampak pada sikap untuk selalu menolak terhadap perubahan pada hal yang baru, hal tersebut terjadi khususnya pada pegawai- pegawai yang sedang memegang jabatan basah atau proyek tertentu. Menurut Reksohadiprojo dan Handoko penolakan terhadap perubahan (resistance to change) adalah suatu hal yang sering terjadi dan bersifat alamiah jika dalam suatu organisasi terjadi perubahan (2001: 324).

Lebih lanjut Reksohadiprojo dan Handoko menyatakan bahwa peraturan-peraturan dan norma-norma individu dan kelompok yang telah menjadi peganganpun dapat menghambat proses perubahan. Individu yang menolak perubahan sangat mungkin merasa cemas dengan adanya peraturan-peraturan dan norma-norma baru yang belum dipahaminya. Penyesuaian terhadap perubahan- perubahan baru sering mengalami kesukaran dan memerlukan waktu yang lama serta jabatan yang diembanpun bias hilang atau direbut orang lain (2001: 324- 325).

Hasil penelitian Nevin , dkk menunjukkan bahwa pegawai yang diperlakukan secara berbeda oleh atasan akan merespon tergantung dari stimuli yang ia tangkap. Bila stimulus yang ditangkap sesuai dengan persepsi yang ditangkap maka pegawai tersebut cenderung pro terhadap perubahan yang terjadi atau diusahakan akan tetapi bila stimulus atau gejala sosial mengkhawatirkan keadaannya maka ia akan cenderung memiliki sikap untuk menolak terhadap perubahan atau sta tus quo (2003: 321).

Menurut Robbins penolakan terhadap perubahan merupakan suatu sikap yang muncul dalam proses perubahan organisasi baik berasal dari individu maupun kelompok yang menentang atau menolak perubahan (2003:632). Selanjutnya Robbins menjelaskan bahwa sikap penolakan terhadap perubahan menunjukkan tingkat kestabilan dan perkiraan tingkah laku yang berhubungan dengan kebiasaan individu. Sikap penolakan terhadap perubahan tidak timbul secara standar atau baku dan tidak timbul dengan cara yang sama. Artinya tingkat resistensi antara individu yang satu dengan individu yang lainnya berbeda. Sikap penolakan terhadap perubahan ini dapat tampak jelas terlihat, muncul secara lengkap, muncul dengan tiba-tiba atau dapat tertunda yang kemudian hari akan muncul. Atribut perubahan ini mungkin saja secara cepat dimana pegawai memberikan respon dalam bentuk komplain, memperlambat kerja, ancaman untuk melakukan perlawanan, atau sebaliknya pegawai malah akan menyukainya. Daya penolakan yang mungkin lebih tajam dan lengkap dapat berupa hilangnya loyalitas terhadap organisasi, hilangnya motivasi kerja, meningkatnya kesalahan kerja, serta meningkatnya ketidakhadiran pegawai dengan berbagai alasan (Robbins, 2003: 633-634).

Menolak terhadap perubahan tidak selamanya dalam bentuk nyata, tampak atau terucapkan, melainkan juga dapat terjadi dalam bentuk tidak tampak. Dapat terjadi spontan atau menunggu waktu, beberapa hari kemudian, berminggu- minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun kemudian. Penolakan terhadap perubahan dapat terjadi dalam bermacam-macam bentuk misalnya hilangnya kesetiaan, hilangnya motivasi kerja, timbul banyak kesalahan, bekerja lambat, banyak absensi, bahkan dalam bentuk terang-terangan misalnya menyatakan ketidaksetujuan, protes, atau lebih keras lagi dalam bentuk demonstrasi (Cummings dan Worley, 1997: 480).

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan penolakan terhadap perubahan adalah respon emosional atau perilaku terhadap ancaman nyata atau imajinasi yang terjadi pada rutinitas kerja yang sudah mapan pada pegawai. Perilaku yang agak tampak pada penolakan terhadap perubahan dapat berupa penolakan secara halus dan penolakan yang sangat tampak adalah sabotase secara terang-terangan terhadap proses perubahan yang dilakukan organisasi.


Dapatkan informasi terbaru dan menarik melalui media sosial PsikoMedia

PsikoMedia on Facebook:

 
PsikoMedia on Twitter:

 

 
  

Baca Juga
Foblog Psikologi :Foblog Lain-lain :


Facebook Comments





Kirim Komentar


Login first to leave a comment.
Signup here or Login here
PsikoMedia © 2008-2014 ® All Rights Reserved