Advertise
TOTAL MEMBERS:
42.225
TOTAL FOBLOGS:
91.597
TOTAL FRIENDSHIPS:
165.300
Searching:
Create Blog

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penolakan Perubahan Pada Pegawai

Navigation: Foblog Online » Lihat Semua Foblog » Psikologi » Psikologi Industri Organisasi » Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penolakan Perubahan Pada Pegawai
Published on 14 March 2009 19:03 by Ryan Comment
Category: Psikologi » Psikologi Industri Organisasi2950 Views 4664 Chars
Short URL: Print Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penolakan Perubahan Pada Pegawai   PDF Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penolakan Perubahan Pada Pegawai
 
  

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penolakan Perubahan Pada Pegawai


Tingginya penolakan terhadap perubahan biasanya disebabkan atas dasar antara lain:

  1. kebiasaan yang sudah mapan, apalagi sudah dirasakan rutin atau enak
  2. individu menganggap bahwa belum tentu perubahan itu membawa ke situasi yang lebih enak dan aman, ini adalah alasan ketidakpastian dan keamanan
  3. ada kemungkinan dengan adanya perubahan itu penghasilannya menjadi berkurang, ini adalah alasan ekonomis
  4. apa yang akan terjadi di kemudian yang belum diketahui itu dipandang menakutkan
  5. kecurigaan, yaitu tidak adanya informasi yang benar-benar dapat dimengerti, mengapa ada perubahan.

Sementara jika penolakan perubahan itu sifatnya organisasional, maka alasannya antara lain ialah:

  1. organisasi yang sudah berjalan dirasakan sudah baik dan mantap
  2. sub- sistem tidak dapat mengikuti sistem yang berlaku
  3. keinginan mempertahankan norma kelompok yang sudah ada
  4. ada kemungkinan para ahli terancam kedudukannya
  5. adanya kekuasaan pejabat yang sudah mapan dan takut digeser
  6. sumber daya yang telah diterima seperti biasanya oleh bagian, kelompok, atau departemen dirasakan terancam (Sigit, 2003: 267-268).

Seorang pegawai atau kelompok yang memil iki karakteristik penolakan terhadap perubahan biasanya memiliki tanda -tanda:

  1. individu tersebut memiliki tujuan tertentu maka ia cenderung untuk tidak mau merubah keadaan
  2. anggota- anggota kelompok atau organisasi memiliki tujuan yang akan atau hampir dicapai
  3. individu tersebut sedang menduduki jabatan yang mengutungkan secara finansial
  4. individu tersebut bersikap cuek dan acuk tak acuh terhadap keadaan disekelilingnya yang pada akhirnya mereka akan memiliki kelompok tersendiri yang tidak terkoordinir
  5. penolakan terhadap perubahan pada rapat biasanya dimanifestasikan dalam sikap tidak setuju atau tidak senang terhadap peraturan baru dan mau menang sendiri
  6. selalu memilih tujuan yang beresiko rendah atau sedang
  7. akan tetapi bila perubahan itu terjadi maka individu tersebut berusaha menghentikan perubahan keadaan atau mundur secara perlahan-lahan dari organisasi tempat ia bekerja (Giangreco, 2002: 12-13).

Lebih lanjut Kreitner dan Kinicki berpendapat ada sepuluh alasan pegawai berperilaku menolak terhadap perubahan, yaitu:

  1. Predisposisi individu mengenai perubahan. Predisposisi tersebut sangat personal dan melekat yang merupakan proses pertumbuhan bagaimana seseorang belajar menghadapi perubahan.
  2. Merasa terkejut dan cemas akan hal-hal yang tidak diketahui. Ketika perubahan yang inovatif dan radikal diperkenalkan tanpa pemberitahuan sebelumnya, hal tersebut mengakibatkan anggota organisasi menjadi cemas pada dampak perubahan.
  3. Adanya iklim ketidakpercayaan. Kepercayaan menumbuhkan perilaku dan maksud baik pada setiap orang. Sedangkan ketidakpercayaan dapat mengakibatkan kegagalan, dengan kata lain perubahan tidak akan dapat diterima sebagaimana mestinya. Ketidakpercayaan yang dalam dapat menimbulkan kerahasiaan antar anggota organisasi. Atasan yang mempercayai bawahannya membuat proses perubahan lebih terbuka, jujur, dan partisipatif. Sebaliknya, bawahan yang mempercayai atasannya akan selalu berusaha dan mengambil kesempatan dengan perubahan.
  4. Khawatir akan kegagalan. Perubahan yang mengintimidasi pekerjaan dapat menyebabkan anggota organisasi mengkhawatirkan kemampuannya. Kekhawatiran tersebut dapat menimbulkan tidak percaya diri serta menghambat pertumbuhan dan perkembangan kepribadian mereka.
  5. Kehilangan status atau keamanan pekerjaan. Perubahan administrasi dan teknologi yang mengancam kekuasaan di organisasi atau menghilangkan pekerjaan umumnya menimbulkan penolakan yang kuat. Sebagai contoh, kebanyakan restrukturisasi organisasi meliputi pengurangan tugas manajerial sehingga bukan hal yang menngejutkan jika middle manager menolak restrukturisasi dan program manajemen partisipatif yang menghilangkan otoritas dan status mereka.
  6. Tekanan dari rekan sekerja. Seseorang yang secara tidak langsung merasakan dampak perubahan mungkin menolaknya untuk melindungi keinginan rekan kerjanya.
  7. Perbedaan budaya atau relasi kelompok. Ketika seseorang dipindahkan, mendapatkan promosi, akan terjadi ketidakseimbangan pada budaya dan dinamika kelompok.
  8. Konflik antar pribadi. Seorang anggota organisasi menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan kepribadian agen perubahan yang belum pernah didengar sebelumnya pada rekan-rekannya akan menimbulkan penolakan.
  9. Tidak tepat waktu. Penolakan dapat terjadi karena perubahan dilakukan pada saat yang tidak tepat.
  10. Tidak adanya sistem penghargaan. Individu menolak perubahan ketika mereka tidak merasa diuntungkan atau tidak mendapatkan penghargaan dari proses perubahan tersebut (2001: 671-673).

Dapatkan informasi terbaru dan menarik melalui media sosial PsikoMedia

PsikoMedia on Facebook:

 
PsikoMedia on Twitter:

 

Baca Juga
Foblog Psikologi :Foblog Lain-lain :


Facebook Comments





Kirim Komentar


Login first to leave a comment.
Signup here or Login here
PsikoMedia © 2008-2014 ® All Rights Reserved