Advertise
TOTAL MEMBERS:
42.027
TOTAL FOBLOGS:
71.577
TOTAL FRIENDSHIPS:
165.286
Searching:
Create Blog

Jika Ibu Harus Kembali Bekerja

Navigation: Foblog Online » Lihat Semua Foblog » Psikologi » Psikologi Anak » Jika Ibu Harus Kembali Bekerja
Published on 14 March 2009 17:29 by Ryan Comment
Category: Psikologi » Psikologi Anak884 Views 4209 Chars
Short URL: Print Jika Ibu Harus Kembali Bekerja   PDF Jika Ibu Harus Kembali Bekerja

Jika Ibu Harus Kembali Bekerja


Cuti melahirkan hampir habis. Anda pun harus
bersiap-siap meninggalkan si kecil di rumah
untuk kembali bekerja. Bagi kebanyakan ibu
bekerja hal ini memang tidak mudah, bahkan
mungkin sangat sulit dilakukan.
Berbagai perasaan berkecamuk.

Di satu sisi, Anda sudah harus kembali bekerja
atau tak sabar kembali mengaktualisasi diri
dan berinteraksi dengan dunia luar.

Namun di lain sisi, perasaan ingin tetap
bersama si kecil untuk memastikan ia
mendapatkan perawatan terbaik dan perhatian
sering mengganggu pikiran. Belum lagi rasa
bersalah harus meninggalkan si kecil di rumah.

Mengatur agar keduanya berjalan baik memang
akan menjadi tantangan bagi ibu bekerja.
Namun, dengan perencanaan, komitmen dan niat
yang kuat, Anda pasti bisa mengatasinya.

Sebelum kembali bekerja.....

a. Cari pengasuh yang dapat diandalkan.


Inilah keputusan penting dan menjadi prioritas
utama bagi ibu yang akan kembali bekerja,
karena dapat membantu memberikan rasa tenang
saat meninggalkan si kecil di rumah.
Pilihannya bisa beragam, mulai sang nenek,
saudara, baby sitter, atau menyerahkan
pengasuhan pada lembaga penitipan anak terpercaya.

b. Bicaralah dengan atasan Anda mengenai
tugas dan jadwal Anda saat kembali bekerja.


Jadi saat bekerja Anda pun sudah tahu persis
apa yang diharapkan oleh atasan.


Saat waktu bekerja tiba...

a. Be organized!


Bekerja dan mengasuh anak menuntut Anda untuk
juga ahli dalam manajemen waktu. Organisasikan
semua tugas dan tanggung jawab Anda dengan
baik, agar tak ada satu hal pun yang tertinggal.

b. Jaga kedekatan dengan si kecil.

Walaupun harus berada jauh di luar rumah,
pastikan Anda tetap berhubungan dengannya,
misalnya dengan menelepon si kecil untuk
mengetahui apa yang sedang dia lakukan.
Menurut Alan Greene, MD, spesialis anak dari
Lucile Packard Childrens Hospital, California,
bayi sudah dapat mengenali Anda sejak dalam
kandungan dengan semua inderanya. Karena itu,
baju, foto dan rekaman suara Anda yang sedang
bercerita juga dapat menjadi alat yang efektif
untuk membuat si kecil merasa dekat.

c. Antisipasi bila si kecil sakit.

Tanyakan pada atasan Anda mengenai kemungkinan
Anda bisa tidak masuk saat si kecil sakit.
Jika tidak bisa, mintalah suami atau keluarga
dekat lain untuk menggantikan Anda menjaganya.

d. Ada kalanya rasa sedih dan bersalah begitu
mengganggu pikiran
, karena Anda tidak bisa
menghabiskan banyak waktu dengan si kecil,
cobalah untuk membicarakannya dengan pasangan
atau ibu lain yang menghadapi situasi serupa.
Tetapi jika perasaan ini semakin menjadi-jadi,
segera konsultasikan dengan ahli untuk mengatasinya.

e. Jangan paksa untuk melakukan semua hal sendiri.

Buatlah sistem yang membantu Anda melakukan
beberapa tugas dengan bantuan suami, anggota
keluarga lain,atau pun pembantu.

f. Luangkan waktu untuk diri sendiri.

Walaupun sulit, Anda juga perlu waktu untuk diri
sendiri. Saat si kecil tertidur atau dijaga
oleh pasangan, manfaatkanlah waktu tersebut
untuk sekedar berlama-lama di kamar mandi,
membaca buku atau mendengarkan musik kesayangan
dan mengembalikan kesegaran pikiran atau
beristirahat. Karena bagaimanapun, jika pikiran
Anda tidak dipenuhi stres, Anda pun bisa
menikmati waktu bersama di kecil dengan lebih baik.

g. Tetaplah memberikan ASI.

Tak ada yang dapat menyangkal kehebatan
manfaat ASI bagi si kecil. Karena itu,
berusahalah untuk tetap memberikan ASI
padanya walaupun Anda sudah bekerja.
Walau tidak bisa sesering sebelumnya, cobalah
untuk menyusui si kecil waktu pagi atau malam
hari. Bonusnya, Anda dan si kecil dapat
merasakan kedekatan yang terjalin selama
proses menyusui. Di luar itu, Anda dapat
memompa ASI agar si kecil tetap bisa meminumnya
saat Anda tidak berada di rumah.

h. Jaga kesehatan dan rajin berolahraga.

Olahraga membuat sirkulasi darah menjadi
lancar. Ini dapat mengurangi stres dan
rasa penat tubuh. Pastikan Anda memiliki
pola hidup sehat dengan mengonsumsi
makanan seimbang dan bergizi.
Kondisi kesehatan menjadi syarat mutlak
bagi ibu berperan ganda. Jika Anda sakit-
sakitan bisa dipastikan semuanya akan
terbengkalai. Urusan anak dan rumah tak
bisa dilakukan dengan baik, Anda pun
akan sering minta izin. Situasi bisa
menjadi rumit dan mempengaruhi penilaian
di kantor.

sumber : sahabat nestle


Dapatkan informasi terbaru dan menarik melalui media sosial PsikoMedia

PsikoMedia on Facebook:

 
PsikoMedia on Twitter:

 

 
  

Baca Juga
Foblog Psikologi :Foblog Lain-lain :


Facebook Comments





Kirim Komentar


Login first to leave a comment.
Signup here or Login here
PsikoMedia © 2008-2014 ® All Rights Reserved